[FIKSI] - GADIS SENJA

      Laki-laki itu mengayuh sepadanya dengan kencang, sudah menjadi kebiasaannya, di setiap senja untuk membawa pulang sisa jualan mamaknya dari pasar. Angin laut menerpa wajahnya, membuat laki-laki itu harus memcingkan mata. Lalu, setibanya di tepi pantai, dia berhenti sejenak untuk melihat hal yang paling di senanginya, yaitu senja.

      Seperti hari-hari biasa, senja selalu saja indah, kalau tidak mendung, matahari akan terlihat bulat, lalu perlahan dia turun untuk kembali ke pangkuan langit. Suasana ke emasan mewarnai senja, air laut yang tenang dan jernih tengah memantulkan lukisan langit, lalu camar melenguh dari kejauhan, suara gesekan daun nyiur yang di terpa angin. 

     “senja yang sempurna.."gumam laki-laki itu, dia  meluruskan kakinya, membiarkan pasir-pasir pantai mengotorinya. Rambutnya yang sedikit panjang, dimainkan oleh angin, tapi dia membiarkannya. 

     Pantai ini sepi, karena dia tersembunyi di balik bukit. Bersih, airnya membentuk tiga gradasi, jernih, hijau, lalu biru, yang membuat pantai ini sempurna adalah pantai ini menghadap ke barat, dimana matahari tenggelam akan terjadi. 

     Laki-laki itu memedarkan pandangannya, lalu Dia terpaku, matanya tertuju pada sebuah karang yang sedikit jauh dari tempat duduknya. Bukan, bukan karena dia tertarik dengan batu karang itu, tapi dia tertarik dengan seseorang yang ada di batu itu. Gadis itu berambut sebahu, syal yang ada di lehernya menggeliat-geliat di terpa angin bersamaan dengan rambutnya. Bajunya berwarna putih, dengan bawahan celana panjang hitam, Dia duduk sambil memeluk kakinya erat.

     Laki-laki itu bingung, sejak kapan ada gadis di pantai ini, “ini pantaiku, tak ada satu orang pun yang tau, selain aku.” gumamnya dalam hati.

    Gadis itu terpaku, menatap langit jingga. Sesekali dia membetulkan syalnya, tanpa sedikitpun merubah posisinya, masih sama, masih memeluk kedua kakinya.  Lalu, laki-laki itu terus memperhatikannya, walaupun dia menatap lurus, tapi sudut matanya tak pernah berkedip untuk selalu mengawasi gadis itu.

     Senja sudah habis, langit sudah mulai gelap, laki-laki itu masih bertahan disana, begitupun gadis itu.

     Akhirnya gadis itu beranjak dari duduknya. Saat dia membalikan badan, dia melihat laki-laki itu, yang duduk di bawah pohon nyiur yang rindang. Lalu dia mendekat.

     "hai..” sapa gadis itu.

     “hai, sedang apa kamu di sini sendiri ?"

     “menikmati senja, kamu juga kan ?” dia tersenyum. “nama kamu siapa ?"

     “namaku surya, kamu ?”

      Sebelum Gadis itu menjawab, terdengar suara sayup-sayup memanggil namanya, matanya memicing. 

     “ah, cuma mimpi” gerutunya dalam hati.

      Dan dia, hanya Gadis yang ada di senjanya kala ia tengah bermimpi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[FOOD STORY] - MAKAN BEBEK PERTAMA KALI

[FIKSI] - MENCOBALAH

[LIFE STORY] - KITA SAMA - SAMA BERSANDIWARA